Dakwah Maksud Hidup


widgeo.net

Sunday, 6 November 2011

Semangat Iqro



Perintah yang pertama sekali diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw adalah “Iqro”. Padahal Beliau saw adalah seorang yang ummi, tidak bisa membaca maupun menulis . Lalu melalui malaikat Jibril as , Rasulullaah saw telah diberi dorongan semangat untuk membaca, “Iqro !” Dan ketika Rasulullaah saw mengatakan kepada malaikat Jibril as “Aku tidak dapat membaca” kemudian dipeluknya erat erat oleh malaikat Jibril as sebagai wujud kecintaan dan keinginan yang begitu mendalam kepada beliau agar dapat membaca. Tidak hanya sekali malaikat Jibril memberikan dorongan semangat kepada Rasulullah saw, melainkan hingga tiga kali berturut turut walau jawaban Rasulullaah saw tetap sama “ Aku tidak dapat membaca ” Barulah kemudian malaikat Jibril as menuntun beliau untuk membaca ayat ayat suci Al Qur’an.

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Sangat menarik sekali untuk dikaji perintah yang pertama sekali yakni Iqro sementara Rasulullaah saw ummi , tidak dapat membaca maupun menulis dan begitu besarnya dorongan semangat yang diberikan malaikat Jibril as kepada Rasulullaah saw untuk dapat membaca. Seandainya yang dimaksud oleh malaikat Jibril as adalah sekedar membaca sebagaimana membacanya manusia pada umumnya tentu tidak demikian halnya karena malaikat Jibril as juga mengetahui dari Allah SWT bahwa Rasul saw adalah seorang yang ummi. Hikmah yang bisa diambil dari peristiwa dan ayat ayat tersebut di atas ialah 

1.  Iqro bukan hanya sekedar membaca melainkan mempunyai makna membaca atas nama Allah SWT.  Membaca atas nama Allah SWT yang Maha Pencipta yang telah menciptakan langit bumi dan makhluq makhluq diantara keduanya termasuk manusia sebagai sebaik baik ciptaan. Membaca atas nama Allah SWT yang Maha Pemurah , semua yang telah diciptakan Nya ini diberikan secara cuma cuma semata mata untuk kebahagiaan ummat manusia. Dengan demikian hendaknya manusia betul betul memahami bahwa selain Allah SWT adalah semata mata hanya makhluq, hanya Allah SWT sajalah yang Maha Pencipta dan Maha Pemurah. Tidak ada yang berhaq disembah kecuali Allah SWT. Maka maksud Iqro disini ialah membaca segala sesuatu atas nama Allah SWT sehingga sampai pada satu keyakinan mutlaq akan kalimat Iman Laailaaha illallaah.

    2. Dengan semangat Iqro, “membaca atas nama Allah SWT”, tidak hanya sebatas tulisan semata melainkan apa saja hendaknya dibaca, bahkan walau tidak bisa baca dan tulis sekalipun dengan semangat Iqro tidak tertutup kemungkinan untuk bisa mamahami hakikat segala sesuatu tentang ciptaan Allah SWT. ( Dalam salah satu sabdanya Rasulullaah saw telah menyatakan bahwa kita boleh memikirkan tentang makhluq makhluq ciptaan Allah SWT tetapi melarang memikirkan tentang Dzat Nya karena tidak akan pernah mampu memikirkannya. ) Rasulullaah saw yang ummi dengan semangat Iqro dan bimbingan Wahyu maka dapat memahami hakikat kehidupan ini .
  
    3. Karena semangat Iqro adalah mempelajari segala sesuatu atas nama Allah SWT maka tujuan dari mempelajari segala sesuatu itu adalah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, untuk semakin mengenal lebih dekat kepada Allah SWT. Jika Ilmu Pengetahuan bertambah namun hubungan dengan Allah SWT semakin jauh maka hal itu tidak sesuai dengan semangat Iqro yang pertama sekali diperintahkan oleh Allah SWT.

      4. Jiwa yang didalamnya senantiasa memiliki semangat Iqro ( belajar / membaca atas nama Allah SWT ) Insya Allah akan diajari Allah SWT apa apa yang tidak diketahui sebelumnya, sebagai  misal hakikat tentang sesuatu, karena hanya Allah SWT saja yang Maha Mengetahui hakikat tentang segala sesuatu. Maka ketika melaksanakan amal amal agama, didalam hati tetap diniatkan dalam rangka belajar untuk menuju kepada kesempurnaan amal amal agama , menuju hakikat amal amal agama tersebut. Selama masih ada semangat iqro ( niat belajar atas nama Allah SWT ) didalam hati kita ketika melaksanakan amal amal agama , maka Insya Allah akan selalu mendapat bimbingan Allah SWT dan akan selalu diingatkan jika suatu saat khilaf atau berbuat salah. Sebaliknya apabila tidak meniatkan belajar ketika melaksanakan amal amal agama maka hakikatnya manusia tersebut telah berhenti dari usaha menuju kepada kesempurnaan amal amal agama. Tidak mustahil lama kelamaan karena tidak memahami hakikat amal amal agama tersebut maka ruh amalan agama akan sirna. Sholat hanya sekedar gerakan gerakan fisik semata, dzikir hanya sebatas ucapan ucapan lisan yang tidak membekas dalam jiwa, puasapun hanya mendapatkan lapar dan dahaga dan lain sebagainya karena telah berhenti dari niat belajar menyempurnakan amal amal agama.

Wallahu a’lam

Saturday, 5 November 2011

KOMANDAN & 37 PRAJURIT PENGAMAN MASUK ISLAM:

Kapten San Jin-Gu adalah salah satu komandan Brigade-11SF, pasukan pengaman PBB dari Korea Selatan yg ditugaskan di Iraq.

Kapten San dan pasukannya bertugas di wilayah Irbil, Iraq Utara. Ketika bertugas di wilayah tersebut, beliau sering mengamati orang-orang Muslim bersolat berjamaah di Masjid. Kebetulan markas pasukannya berada dekat dengan masjid. Dia sangat hairan dengan gerakan-gerakan solat tersebut.

Oleh kerana ingin tahu, beliau mencuba meniru seluruh gerakan solat dan mempraktikkan di biliknya secara sendirian. Ketika mempraktikan itulah dia merasakan ada ketenangan dan perasaan damai yang hadir dalam hatinya.

Itulah sebabnya, pergerakan solat tersebut kemudiannya dijadikan program meditasi dalam pasukan yg dipimpinnya (disamping Yoga), dan ternyata sebahagian besar anggota-anggotanya setelah melakukan gerakan2 solat tersebut, mereka merasakan perasaan yg sama, mereka juga merasa lebih tenang dan damai.

Sejak itu Kapten San berinisiatif mempelajari Islam untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan akhirnya dia memutuskan untuk memeluk Islam. Ketika niatnya ingin memeluk Islam disampaikan kepada anggota-anggotanya, beliau berkata : "Aku telah menemukan cahaya kehidupan yg sesungguhnya, aku ingin berada dalam cahaya tersebut, dan cahaya itu adalah Islam".

Tanpa di duga, secara spontan 37 anggota bawahan yang dipimpin olehya mengangkat tangan mereka, sebagai tanda ikut bersama komandan mereka - juga untuk memeluk Islam.

Subhanallah..!!
Walhamdulillah..!!
Allahu Akbar...!!

Jika anda rasakan artikel ini sangat berguna untuk dikongsi, sila lah "SHARE" di wall masing-masing..

Sumber :

1 - http://www.way-to-allah.com/en/journey/KoreanTroops.html

2 - http://www.nellaieruvadi.com/article/article.asp?aid=528

3 - http://www.aanchal.com.pk/blog/iraq-korean-troops-revert-to-islam/


Allahu'alam..
Oleh : Ayat-Ayat Cinta

Thursday, 27 October 2011

Salah Faham

Sesungguhnya manusia terlahir didunia ini diawali dengan suatu kesuksesan. Betapa tidak, diantara 100 juta lebih sperma yang dikeluarkan , hanya satu saja yang terpilih dan berhasil membuahi sel telur lalu menjadi calon manusia .
Siapakah dia ?. Tiada lain yaitu anda !!!. Ya kita semua, ummat manusia. Maka siapapun kita sesungguhnya adalah manusia manusia terpilih yang telah sukses berhasil memenangkan suatu kompetisi “akbar” mengalahkan kurang lebih 100 juta calon calon manusia lainnya, menembus kehidupan dunia.
Allah SWT Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang telah menciptakan segala galanya, dan memberikan semua fasilitas yang ada didunia ini untuk kebahagiaan ummat manusia semata mata. Allah SWT bahkan Berkehendak manusia hidup bahagia dan sukses tidak hanya didunia ini saja, maka diturunkanlah para Nabi dan Rasul yang membawa Agama untuk  menjamin kehidupan sukses dan bahagia dunia dan akhirat. Tidak ada satupun alasan bagi manusia untuk tidak bisa menikmati kebahagiaan dalam hidup ini dan meraih kesuksesan hidup dunia dan akhirat. Kalaupun ada manusia yang tidak bahagia dan tidak sukses dalam menempuh kehidupan ini sebetulnya yang menjadi penyebab utamanya adalah manusia itu sendiri, yakni Salah didalam memahami kehidupan ini, Salah didalam memahami Kehendak Sang Pencipta Kehidupan ini . Agar tidak Salah faham didalam memahami Kehendak Allah SWT ini maka ada beberapa modal dasar yang harus kita miliki, diantaranya adalah :

1.     Selalu berprasangka baik kepada Allah SWT dan semakin mendekat kepada Nya
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya :  Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Aku berdasarkan kepada sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingati-Ku. Apabila dia mengingati-Ku dalam dirinya, niscaya aku juga akan mengingatinya dalam diri-Ku. Apabila dia menyebut-Ku dalam suatu kaum, niscaya Aku juga akan menyebutnya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, niscaya Aku akan mendekatinya dengan sehasta. Apabila dia mendekatiKu sehasta, niscaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sedepa. Apabila dia datang kepada-Ku dalam keadaan berjalan seperti biasa, niscaya Aku akan datang kepadanya dalam keadaan berlari-lari kecil." (Bukhari Muslim)
Apabila kita memiliki prasangka yang baik terhadap segala perintah perintah Nya dan ketentuan ketentuan Allah SWT pada diri kita, serta  hubungan kita sangat dekat dengan Nya maka Allah SWT akan memberikan kefahaman pada diri kita. Itulah anugerah yang sangat mulia dan bukti Cinta Nya kepada seorang hamba Allah.
Rasululloh Shallaallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
"Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan, maka difaqihkan (diberi pendalaman) ia tentang ilmu agama."[HR Bukhari, Muslim: 3/175]
Lalu bagaimana cara seseorang hamba mendekat kepada Allah SWT ?
Seorang murid Abu Said Abul Khair pernah berkata, "Guru, di tempat lain ada orang yang bisa terbang."Abul Khair menjawab, "Tidak aneh. Lalat juga bisa terbang." Muridnya yang lain berkata, "Guru, di sana ada orang yang bisa berjalan di atas air." Abul Khair berkata, "Itu juga tidak aneh. Serangga pun bisa juga berjalan di atas air." Muridnya berujar lagi, "Guru, di negeri itu ada orang yang bisa berada di beberapa tempat sekaligus." Abul Khair menjawab, " Justru yang paling pintar melakukan hal itu adalah syetan.Ia bisa berada di hati jutaan orang dalam waktu bersamaan." 
Murid-muridnya bingung dan bertanya, "Kalau begitu bagaimana cara paling cepat untuk mendekatkan diri kepada Allah?" Ternyata murid-murid Abul Khair beranggapan bahwa orang yang dekat dengan Allah adalah orang yang memiliki berbagai keajaiban dan kekuatan supranatural. Abul Khair menjawab, "Banyak jalan mendekat kepada Allah, sebanyak jumlah napas para pencari Tuhan. Tetapi jalan yang paling cepat untuk mendekat kepada Allah adalah dengan membahagiakan orang lain di sekitarmu. Engkau berkhidmat, melayani mereka."
Jalan untuk mendekat kepada Allah SWT lainnya yakni dengan cara mengikuti sifat sifat Jamal Allah SWT seperti misalnya Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang maka kita mengikuti dengan berusaha bersikap kasih sayang kepada makhluq makhluq Allah SWT , Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Pemurah maka kita akan mengikuti dengan berusaha menjadi orang yang pemaaf dan dermawan. Allah SWT Maha Lembut maka bagaimana kita berusaha berlemah lembut kepada sesama  hamba Allah. Namun terlarang kita mengikuti sifat sifat Jalal Allah SWT seperti Allah Maha Agung, Maha Perkasa dan Maha Kuasa, Allah Maha Benar. Maka terlarang kita sombong merasa besar dengan apa yang ada pada diri kita sok kuasa dan semena mena dan merasa paling benar sendiri. Dengan sangat dekatnya hubungan seseorang terhadap Allah SWT maka segala tindak langkahnya selalu dalam bimbingan Allah SWT.

2.     Bersungguh sungguhdalam melaksanakan perintah perintah Allah SWT
Untuk dapat memahami dengan mudah Kehendak Kehendak Allah SWT maka kita jalani perintah perintah Allah SWT dengan kesungguhan, karena Allah SWT berjanji akan memudahkan jalan jalan kehidupan ini bagi siapa saja yang mau bersungguh sungguh di jalan Nya. Dan hakikatnya agama ini menghendaki kemudahan untuk kehidupan ummat manusia.
69. dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. ( QS Al ‘Ankabuut ayat 29 )

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (Al-Baqarah: 185)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 Ø¥ِÙ†َّ الدِّÙŠْÙ†َ ÙŠُسْرٌ ÙˆَÙ„َÙ†ْ ÙŠُØ´َادَّ الدِّÙŠْÙ†َ Ø£َØ­َدٌ Ø¥ِلاَّ غَÙ„َبَÙ‡ُ
“Sesungguhnya agama ini (Islam) mudah, dan tidak ada seorang pun yang mempersulitnya melainkan (agama itu) mengalahkan dia (mengembalikan dia kepada kemudahan).” (HR Al-Bukhari no. 39)

3.     Istiqomah

Allah SWT menciptakan kehidupan melalui suatu proses. Segala aspek kehidupan didunia inipun mengikut suatu proses, bahkan kebenaranpun akan terbukti juga melalui suatu proses yang tidak singkat. Untuk memahami semua ini tentu tidak ada lain kecuali dengan mengikuti suatu proses yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Maka beruntunglah orang orang yang diberi pendirian yang sangat kuat istiqomah dalam memperjuangkan agama hingga akhir nanti. Merekalah orang orang yang Allah SWT telah berikan kefahaman tentang perjuangan agama.

30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu". ( QS Fushshilat 41; 30 )


4.     Tawajjuh

Dalam kehidupan didunia ini wajar jika manusia menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan yang terkadang begitu hebatnya, sehingga nyaris menghancurkan benteng keImanan yang kokoh sekalipun. Demikian itulah yang namanya manusia awam, tempat salah dan dosa dan demikian itu pulalah yang namanya kehidupan didunia ini, tidak selamanya mulus tanpa ada jurang-jurang yang bisa menjerumuskan manusia. Maka jangan pernah berputus asa dari Rachmat Allah SWT apabila suatu ketika kita terkhilaf atau terperosok dalam perbuatan dosa dan kemungkaran. Senantiasalah mengembalikan semua nya ini kepada Allah SWT dengan senantiasa setiap saat tetap memandang kepada Allah SWT serta  menyebut nyebut Asma Allah SWT. Jangan pernah berpaling kepada selain Nya.  Allah SWT sangat murka  jika hamba hamba Nya mudah sekali putus asa manakala suatu saat terjebak dalam perbuatan dosa dan kemaksiatan lainnya.

30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1168], (QS Ar Rum 30 ; ayat 30 )


5.     Tertib dalam urusan dunia maupun urusan akhirat.

208. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. ( Al Baqarah 2 ; 208 )
       Salah satu di antara keistimewaan islam ialah tidak mengenal adanya dikotomi antara materi dengan immateri (non materi) tidak pula ada pemisahan antara urusan dunia dan akherat. Tentang urusan dunia dan akherat, dua-duanya diutamakan tanpa dikesampingkan salah satunya. Islam menempatkan prinsip balance –keseimbangan- antara sukses materi dan immateri serta antara sukses dunia dan sukses akhirat.Ayat diatas mengandung perintah untuk menyeluruh didalam memasuki islam, tidak hanya masalah masalah akhirat saja yang berpedomankan agama , urusan urusan duniapun mengikuti tertib tertib agama sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullaah saw.
       Prinsip balance antara dunia dan akhirat tercermin dari lafadh doa yang senantiasa dipanjatkan seorang muslim, yakni doa "Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. al Baqarah [2]: 201)

6.     Berdoa kepada Allah SWT

Keilmuan dan kefahaman adalah dua hal yang berbeda. Bisa jadi seseorang mempunyai ilmu yang banyak tentang agama namun dalam pengamalannya menunjukkan bahwa dia belum betul betul memahami dengan benar akan apa maksud dan tujuan dari ilmu ilmu agama tersebut. Maka ilmu dan kefahaman harus diminta kedua duanya secara terus menerus berkesinambungan tanpa putus kepada Allah SWT.  Karena Ilmu dan Kefahaman adalah milik mutlaq Allah SWT maka untuk mendapatkannya pun mutlaq dengan memohon secara sungguh sungguh kontinyu dan tiada bosan bosannya.
Tercermin dalam do’a kita sehari hari bila hendak belajar yakni “ Robbi zidni ‘ilma warzuqni fahma” Ilmu yang tidak disertai kefahaman atau dengan kata lain pengamalannya tidak sesuai dengan pengamalan sehari hari yang telah dicontohkan Rasulullaah saw maka ilmu tersebut kata Nabi seperti pohon yang tanpa ada buahnya. Hanya sekedar ilmu yang kadang membuat seseorang bangga diri terhadap keilmuannya saja.

Dengan enam modal dasar ini mudah mudahan Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita untuk memahami kehidupan ini sehingga kebahagiaan dan kesuksesan haqiqi akan kita rasakan dan kita peroleh, aamiin.

Monday, 10 October 2011

Arti kebahagiaan

Semua ummat manusia menginginkan kehidupan bahagia. Kehidupan bahagia adalah hak semua ummat manusia tanpa ada yang dapat membatasinya. Kehidupan bahagia bukanlah monopoli para kaum bangsawan saja, kehidupan bahagia juga bukan monopoli kaum intelektual saja. Kebahagiaan ada pada siapa saja, kebahagiaan ada dimana saja , kebahagiaan hadir dalam kondisi apa saja dan kapan saja. Walau demikian kebahagiaan tidak dapat diperjual belikan. Kebahagiaan adalah suatu kondisi dimana hati seorang hamba tidak ada lagi perasaan khawatir dan tidak ada lagi perasaan sedih hati.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ( QS Al Baqarah ayat 277 )

Seorang hamba yang walau tiada memiliki harta namun didalam hatinya tidak ada kekhawatiran maupun perasaan sedih hati karena ketiadaan harta itu maka sesungguhnya dia dalam keadaan bahagia. Seorang kaya raya namun didalam hatinya senantiasa diliputi kekhawatiran akan berkurangnya harta dan kesedihan bilamana harta terlepas dari genggamannya maka sesungguhnya hidupnya tiadalah bahagia.
Kebahagiaan adalah buah ketaatan seorang hamba terhadap Allah SWT dan hadiah bagi siapa saja yang mampu amalkan kehidupan mengikut sunnah Rasul saw. Untuk merasakan kebahagiaan tidak perlu menunggu nanti ketika badan sudah sehat. Dalam keadaan sakitpun bilamana tidak menghalanginya untuk tetap taat terhadap segala perintah Allah SWT dan mengikut sunnah Rasul saw maka bahagiapun akan hadir saat itu juga. Bahagia tidak harus menunggu nanti kalau sudah jadi orang kaya. Saat inipun ketika berbagai macam permasalahan ekonomi datang mendera namun jika tidak menghalanginya untuk tetap taat kepada perintah Allah dan menjalani kehidupan sesuai sunnah Rasul saw maka hatinya akan selalu bahagia. Merekalah sesungguhnya wali wali Allah

Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ( QS Yunus ayat 62 )

Itulah arti kebahagiaan, kebahagiaan yang sejati .


Friday, 1 July 2011

Ujub, ....Bangga diri.....


Seorang hamba Allah SWT berniat memeluk agama Islam maka syaithon mencoba untuk mencegahnya. Namun karena tekadnya sudah bulat maka  syaithonpun gagal untuk menghalanginya memeluk agama Islam. Kemudian syaithon berusaha merayu hamba Allah itu untuk tidak beramal mengikut syariat Islam, namun hamba Allah tersebut tetap saja melaksanakan semua perintah perintah Allah SWT mengikut sunnah sunnah Rasul saw.  “Baiklah” bisik syaithon kedalam hatinya “Cukup engkau saja yang berbuat amalan, jangan pernah engkau mengajak kepada orang lain” karena sebaik apapun pengamalan agama seseorang tetapi jika tidak mau saling ajak mengajak kepada ummat manusia maka akan berakhir segalanya manakala ajalnya telah tiba. Pahala amalan terputus dan tidak ada lagi manusia yang mau taat kepada Allah SWT dan kehidupannya mengikut sunnah Rasul saw. Lagi lagi hamba Allah tersebut tidak menghiraukan bisikan syaithon itu, dia malah semakin giat saling ajak mengajak kepada ummat manusia untuk taat kepada Allah SWT. Rupa rupanya syaithonpun tidak putus asa mematahkan usaha hamba Allah tersebut. Bisiknya lagi “Kamu jangan istiqomah dalam mengajak ummat manusia, sudahlah cukup apa yang telah kamu buat , jangan dilanjutkan lagi. Nyatanya kamu banyak mengalami hambatan dan tantangan dalam mendakwahkan agama khan ?” Hamba Allah itu sedikitpun tidak menghiraukan bisikannya, dia terus saja berusaha saling ajak mengajak kepada kebenaran dan dengan penuh kesabaran.

3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. ( QS Al Ashr ayat 3 )

Syaithan tidak kurang akal maka dibisikkannya lagi kedalam hati hamba Allah itu agar dalam melaksanakan semuanya itu jangan ada niat ikhlas, karena syaithon sangat faham bahwa amalan yang tidak ikhlas walaupun nampaknya sebagai amal sholech tetapi akan tertolak karena Allah SWT hanya akan menerima amal yang semata mata mengharap ridlo Nya. Bisikan syaithan itu justru membuat hati hamba Allah tersebut semakin memurnikan niatnya. Tidak ada tujuan tujuan lain yang bersifat keduniaan dalam mendakwahkan agama Islam ini melainkan semata mata murni hanya mengharap Ridla Allah SWT. Sampai disini syaithon hampir putus asa menggoda dan menipu hamba Allah itu. Lama syaithon berfikir bagaimana menghancurkan dan membinasakan hamba Allah itu karena hanya orang orang yang muchlis saja yang dapat selamat dari godaan syaithon. Hamba Allah ini telah mencapai derajad Muchlisun yakni dalam setiap amalannya telah benar benar hanya mengharap Ridla Allah SWT semata mata.

Tiba tiba dengan mata yang bersinar sinar syaithon telah membuka lebar lebar mulutnya, “ Ya …ya…ya aku tahu” teriaknya. Masih ada satu jalan lagi yang akan aku coba. Kali ini pasti akan bisa membinasakannya. Banyak manusia yang hancur karena yang satu ini walau derajadnya telah sampai pada peringkat tertinggi. Maka dengan sangat hati hati sekali syaithon kembali mendatangi hamba Allah tersebut. Dengan sikapnya yang sangat meyakinkan sekali syaithon telah membisikkan RACUN UJUB ( Bangga atas diri sendiri ) kedalam hati hamba Allah tersebut.
Kata syaithon kedalam hati hamba Allah itu. “Kamu memang seorang hamba Allah yang sempurna, aku larang kamu masuk Islam tapi kamu tetap nekad masuk Islam, aku cegah kamu untuk beribadah namun kamu giat beribadah tanpa rasa malas. Aku tipu kamu untuk jangan mengajak orang lain malah kamu tiada henti hentinya berdakwah, aku paksa kamu untuk berhenti berdakwah kamu semakin istiqomah . Aku bilang jangan pernah ikhlas dalam berdakwah dan berjuang kamu justru semakin memurnikan niatmu berjuang dan berdakwah lillaahi ta’ala. Kamu memang seorang Mukmin sejati, kamu memang lain daripada yang lain kamulah orang yang paling baik , paling sempurna Iman dan amalnya” Mendengar bisikan syaithon ini hamba Allah yang selama ini selalu menolak ajakannya tanpa disadarinya hatinya telah mengiyakan kata kata syithon. Didalam hati hamba Allah tersebut terbersit ujub , rasa bangga atas diri sendiri, “Benar juga kata kata syaithon itu, nyatanya memang aku telah berhasil mencapai peringkat tertinggi ini” bibirnya tersenyum puas dan bangga mengira bahwa dia telah berhasil sukses menjadi seorang Mukmin Sejati. Syaithon pun segera berlari meninggalkan hamba Allah tersebut dan tertawa terbahak bahak karena telah berhasil memperdaya hamba Allah itu.
Racun Ujub yang sangat berbahaya telah berhasil disuntikkan kedalam hatinya. Maka sekarang didalam hati hamba Allah itu telah tertanam perasaan bangga diri, sombong dengan keberhasilannya. Merasa diri paling baik dengan amalannya, merasa paling baik dakwahnya, istiqomahnya, merasa diri paling baik keikhlasannya. Pendeknya merasa paling baik pemahaman dan pengamalan keIslamannya daripada semua ummat Islam lainnya. Inilah racun sangat berbahaya yang senantiasa disuntikkan syaithon kepada hamba hamba Allah yang berusaha menyempurnakan agamanya. Maka kehidupan para Shahabat ra ajmain telah mencontohkan bagaimana ketika mereka telah sampai pada derajad tertinggi dalam keImanan dan Amalan, mereka sangat takut sekali dan banyak yang berandai andai jika mereka hanyalah seekor burung yang tidak akan mengalami hisab, jika mereka hanyalah seikat rumput yang akan habis dimakan hewan atau sepotong kayu yang akan habis terbakar. Rasulullaah saw pun telah mencontohkan bagaimana dalam sehari tidak kurang 70 sampai 100 x beristighfar walau Beliau maksum.

Alim Ulama telah menasehatkan kepada kita bahwa hendaknya didalam hati kita senantiasa memelihara dua keadaan yaitu perasaan takut  dan penuh harap kepada Allah SWT. Takut akan siksa Nya dan penuh harap akan Ridla Nya. Jika dua keadaan ini senantiasa ada didalam hati seorang hamba maka niscaya Allah SWT akan melindunginya dari apa yang ditakutkannya dan akan memenuhi apa yang menjadi harapannya, aamiin.

23. keduanya berkata: "Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi. ( QS Al A’raaf ayat 37 )







Monday, 20 June 2011

C I N T A


Cinta adalah anugerah istimewa dari Dzat Yang Maha Mencintai
Tanpa adanya perasaan cinta kehidupan ini akan segera berakhir, bayangkan sudah tidak ada lagi saling mencintai antara makhluq laki laki dan makhluq perempuan. Sudah tidak ada lagi perasaan cinta seorang ibu kepada bayinya atau anak anaknya, sudah tidak ada lagi perasaan saling mencintai antara sesama makhluq hidup, bahkan sudah tidak ada lagi perasaan cinta kepada kehidupan. Manusia akan segera mengakhiri kehidupannya karena tidak ada lagi yang akan diperbuatnya sebab perasaan cinta ini sudah hilang lenyap dari bathinnya, hidup tidak ada lagi gunannya.

Kalau kita tanya seorang laki laki yang bekerja keras siang dan malam maka alasannya adalah demi cintanya kepada anak anak dan istrinya, seorang ibu yang rela bangun malam walau kantuk dan penat yang amat sangat hanya sekedar memberikan asi atau sekedar mengganti popok bayinya yang basah karena pipis si buah hatinya juga alasannya karena cinta. Semuanya mengatakan karena perasaan cinta yang mendalam yang ada didalam relung hatinyalah yang mampu menggerakkan jiwa dan raganya itu untuk kebahagiaan hidup. Dengan cinta hidup ini menjadi sangat indah dengan cinta kehidupan ini menjadi sangat membahagiakan, tanpa adanya rasa cinta maka penderitaan sajalah yang akan didapat. Suami istri yang hidup dalam rumah tangga tanpa adanya rasa cinta yang mendalam maka kehidupan rumah tangganya adalah sebuah penderitaan. Bekerja keras membanting tulang tanpa adanya kecintaan didalam hatinya terhadap pekerjaan itu maka hanya kelelahan dan capek yang menderanya seolah budak yang diperas keringatnya tanpa ada imbalan yang pantas. Maka demikian pula amal ibadah yang dikerjakan tanpa ada perasaan mencintai amalan tersebut akan menjadi bebanan saja dalam kehidupan ini. Padahal amal agama adalah buah Maha Cinta Nya Allah SWT kepada hamba hamba Nya. Kecintaan Allah SWT kepada hamba hamba Nya tiada ada yang mampu menandingi, maka pasti dan pasti amal amal agama akan membuat ummat manusia akan mendapatkan kebahagiaan yang sejati. Sedangkan kebendaaan kebendaan lainnya dalam dunia ini hanyalah menjanjikan kebahagiaan semu dan sementara. Kebahagiaan yang sejati dan kekal hanyalah perasaan yang ada didalam hati dan akan diperoleh manakala hamba Allah SWT mampu mencintai amal amal agama melebihi perasaan cintanya kepada semua kebendaan kebendaan yang ada dimuka bumi ini. Kalau kita mencintai kehidupan dunia ini saja sudah bisa membuat kita bahagia walau hanyalah sebuah kebahagiaan yang semu dan bersifat sementara, apalagi jika kita mampu memberikan cinta kita kepada amal amal agama yang jelas jelas akan membuat kita bahagia dunia dan akhirat. Tidak ada lagi kenikmatan , kebahagiaan dan kemuliaan hidup yang melebihi kenikmatan dan kebahagiaan yang diperoleh dengan mentaati Allah SWT dan mengikuti sunnah sunnah Rasulullaah saw karena semuanya adalah buah Kasih Sayang dari Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Marilah kembangkan dan tumbuh suburkan rasa cinta anugerah dari Dzat Yang Maha Mencintai ini untuk kehidupan. Pertanda bahwa amal amal agama yang kita kerjakan sudah baik dan sesuai dengan Kehendak Nya adalah salah satu diantaranya akan menumbuhkan perasaan cinta didalam dada kepada hamba hamba Allah SWT lainnya yang didasari keTaqwaan. Maka seorang suami yang mencintai istrinya atas dasar ketaqwaan adalah buah dari amal agama yang benar, seorang ibu yang kasih sayang kepada putra putrinya atas dasar ketaqwaan adalah buah dari amalan agama yang baik, seorang yang giat bekerja membanting tulang untuk memenuhi keperluan hidupnya atas dasar ketaqwaan adalah juga bukti bahwa dia memahami maksud dari semua perintah perintah dari Allah SWT yang muaranya adalah ridla Allah SWT. Bilamana didalam hati ini masih bersemayam perasaan dendam, iri dengki permusuhan kesombongan dan sifat sifat buruk lainnya maka cepat cepat beristighfarlah karena mungkin ini pertanda bahaya karena amal amal agama yang kita buat mungkin belum sesuai dengan Kehendak dari Allah SWT dan masih sangat jauh dari yang dicontohkan Rasulullaah saw. Agama Islam adalah Rachmatal lil ‘aalamiin dan Rasulullaah saw diutus pun juga untuk membawa rachmat bagi alam semesta ini

“Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” ( QS Al Anbiya ayat 107 )

Marilah kita bangkit dari keterpurukan selama ini, marilah kita bangun kehidupan baru yang penuh dengan perasaan cinta dengan didasari ketaqwaan. Cintailah kedua orang tua kita, cintailah istri kita cintailah anak anak kita, cintailah sesama ummat islam , cintailah sesama ummat manusia bahkan Rasul saw mencontohkan untuk mencintai sesama makhluq Allah SWT walau itu makhluq hewan ataupun tanaman sekalipun ( kecuali makhluq yang terang terangan dilaknat Allah SWT ) Jika cinta telah ada dan tumbuh didalam hati ini maka janji Allah SWT adalah akan mendapatkan Cinta Nya yang Haqiqi.

“Cintailah semua yang ada di bumi, niscaya semua yang ada di langit akan mencintaimu” (Hadist Riwayat Al Bukhari). ...

Marilah kita belajar untuk mencintai apa saja amalan agama yang kita kerjakan. Jika pengamalan kita baik dan benar sesuai Kehendak Allah SWT dan sesuai sunnah Rasul saw maka pasti buahnya adalah tumbuhnya kebaikan kebaikan dan rasa cinta pada makhluq makhluq Nya serta kebahagiaan, dan apabila sudah bersemi cinta yang ada didalam qolbu ini terhadap sesama makhluq Allah SWT maka Dzat Yang Maha Mencintai akan menghadiahkan Cinta Nya yang haqiqi dan inilah maksud dan tujuan hidup ummat manusia yakni keridlaan dari Nya.

Ya Allah Dzat Yang Maha Mencintai, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Anugerahkanlah kepada kami haqiqat cinta kepada Engkau , kepada Rasul Mu dan kepada Agama Islam ini.
Tumbuhkanlah dari dalam hati kami cinta dan kasih sayang terhadap sesama hamba Mu dalam ketaqwaan.
Kami mohon ampunan Mu Ya Allah
Kami mohon Ridla Mu , aamin Ya Rabbal ‘aalamiin