Dakwah Maksud Hidup


widgeo.net

Thursday, 27 October 2011

Salah Faham

Sesungguhnya manusia terlahir didunia ini diawali dengan suatu kesuksesan. Betapa tidak, diantara 100 juta lebih sperma yang dikeluarkan , hanya satu saja yang terpilih dan berhasil membuahi sel telur lalu menjadi calon manusia .
Siapakah dia ?. Tiada lain yaitu anda !!!. Ya kita semua, ummat manusia. Maka siapapun kita sesungguhnya adalah manusia manusia terpilih yang telah sukses berhasil memenangkan suatu kompetisi “akbar” mengalahkan kurang lebih 100 juta calon calon manusia lainnya, menembus kehidupan dunia.
Allah SWT Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang telah menciptakan segala galanya, dan memberikan semua fasilitas yang ada didunia ini untuk kebahagiaan ummat manusia semata mata. Allah SWT bahkan Berkehendak manusia hidup bahagia dan sukses tidak hanya didunia ini saja, maka diturunkanlah para Nabi dan Rasul yang membawa Agama untuk  menjamin kehidupan sukses dan bahagia dunia dan akhirat. Tidak ada satupun alasan bagi manusia untuk tidak bisa menikmati kebahagiaan dalam hidup ini dan meraih kesuksesan hidup dunia dan akhirat. Kalaupun ada manusia yang tidak bahagia dan tidak sukses dalam menempuh kehidupan ini sebetulnya yang menjadi penyebab utamanya adalah manusia itu sendiri, yakni Salah didalam memahami kehidupan ini, Salah didalam memahami Kehendak Sang Pencipta Kehidupan ini . Agar tidak Salah faham didalam memahami Kehendak Allah SWT ini maka ada beberapa modal dasar yang harus kita miliki, diantaranya adalah :

1.     Selalu berprasangka baik kepada Allah SWT dan semakin mendekat kepada Nya
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya :  Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Aku berdasarkan kepada sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingati-Ku. Apabila dia mengingati-Ku dalam dirinya, niscaya aku juga akan mengingatinya dalam diri-Ku. Apabila dia menyebut-Ku dalam suatu kaum, niscaya Aku juga akan menyebutnya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, niscaya Aku akan mendekatinya dengan sehasta. Apabila dia mendekatiKu sehasta, niscaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sedepa. Apabila dia datang kepada-Ku dalam keadaan berjalan seperti biasa, niscaya Aku akan datang kepadanya dalam keadaan berlari-lari kecil." (Bukhari Muslim)
Apabila kita memiliki prasangka yang baik terhadap segala perintah perintah Nya dan ketentuan ketentuan Allah SWT pada diri kita, serta  hubungan kita sangat dekat dengan Nya maka Allah SWT akan memberikan kefahaman pada diri kita. Itulah anugerah yang sangat mulia dan bukti Cinta Nya kepada seorang hamba Allah.
Rasululloh Shallaallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
"Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan, maka difaqihkan (diberi pendalaman) ia tentang ilmu agama."[HR Bukhari, Muslim: 3/175]
Lalu bagaimana cara seseorang hamba mendekat kepada Allah SWT ?
Seorang murid Abu Said Abul Khair pernah berkata, "Guru, di tempat lain ada orang yang bisa terbang."Abul Khair menjawab, "Tidak aneh. Lalat juga bisa terbang." Muridnya yang lain berkata, "Guru, di sana ada orang yang bisa berjalan di atas air." Abul Khair berkata, "Itu juga tidak aneh. Serangga pun bisa juga berjalan di atas air." Muridnya berujar lagi, "Guru, di negeri itu ada orang yang bisa berada di beberapa tempat sekaligus." Abul Khair menjawab, " Justru yang paling pintar melakukan hal itu adalah syetan.Ia bisa berada di hati jutaan orang dalam waktu bersamaan." 
Murid-muridnya bingung dan bertanya, "Kalau begitu bagaimana cara paling cepat untuk mendekatkan diri kepada Allah?" Ternyata murid-murid Abul Khair beranggapan bahwa orang yang dekat dengan Allah adalah orang yang memiliki berbagai keajaiban dan kekuatan supranatural. Abul Khair menjawab, "Banyak jalan mendekat kepada Allah, sebanyak jumlah napas para pencari Tuhan. Tetapi jalan yang paling cepat untuk mendekat kepada Allah adalah dengan membahagiakan orang lain di sekitarmu. Engkau berkhidmat, melayani mereka."
Jalan untuk mendekat kepada Allah SWT lainnya yakni dengan cara mengikuti sifat sifat Jamal Allah SWT seperti misalnya Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang maka kita mengikuti dengan berusaha bersikap kasih sayang kepada makhluq makhluq Allah SWT , Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Pemurah maka kita akan mengikuti dengan berusaha menjadi orang yang pemaaf dan dermawan. Allah SWT Maha Lembut maka bagaimana kita berusaha berlemah lembut kepada sesama  hamba Allah. Namun terlarang kita mengikuti sifat sifat Jalal Allah SWT seperti Allah Maha Agung, Maha Perkasa dan Maha Kuasa, Allah Maha Benar. Maka terlarang kita sombong merasa besar dengan apa yang ada pada diri kita sok kuasa dan semena mena dan merasa paling benar sendiri. Dengan sangat dekatnya hubungan seseorang terhadap Allah SWT maka segala tindak langkahnya selalu dalam bimbingan Allah SWT.

2.     Bersungguh sungguhdalam melaksanakan perintah perintah Allah SWT
Untuk dapat memahami dengan mudah Kehendak Kehendak Allah SWT maka kita jalani perintah perintah Allah SWT dengan kesungguhan, karena Allah SWT berjanji akan memudahkan jalan jalan kehidupan ini bagi siapa saja yang mau bersungguh sungguh di jalan Nya. Dan hakikatnya agama ini menghendaki kemudahan untuk kehidupan ummat manusia.
69. dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. ( QS Al ‘Ankabuut ayat 29 )

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (Al-Baqarah: 185)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 إِنَّ الدِّيْنَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّيْنَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ
“Sesungguhnya agama ini (Islam) mudah, dan tidak ada seorang pun yang mempersulitnya melainkan (agama itu) mengalahkan dia (mengembalikan dia kepada kemudahan).” (HR Al-Bukhari no. 39)

3.     Istiqomah

Allah SWT menciptakan kehidupan melalui suatu proses. Segala aspek kehidupan didunia inipun mengikut suatu proses, bahkan kebenaranpun akan terbukti juga melalui suatu proses yang tidak singkat. Untuk memahami semua ini tentu tidak ada lain kecuali dengan mengikuti suatu proses yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Maka beruntunglah orang orang yang diberi pendirian yang sangat kuat istiqomah dalam memperjuangkan agama hingga akhir nanti. Merekalah orang orang yang Allah SWT telah berikan kefahaman tentang perjuangan agama.

30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu". ( QS Fushshilat 41; 30 )


4.     Tawajjuh

Dalam kehidupan didunia ini wajar jika manusia menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan yang terkadang begitu hebatnya, sehingga nyaris menghancurkan benteng keImanan yang kokoh sekalipun. Demikian itulah yang namanya manusia awam, tempat salah dan dosa dan demikian itu pulalah yang namanya kehidupan didunia ini, tidak selamanya mulus tanpa ada jurang-jurang yang bisa menjerumuskan manusia. Maka jangan pernah berputus asa dari Rachmat Allah SWT apabila suatu ketika kita terkhilaf atau terperosok dalam perbuatan dosa dan kemungkaran. Senantiasalah mengembalikan semua nya ini kepada Allah SWT dengan senantiasa setiap saat tetap memandang kepada Allah SWT serta  menyebut nyebut Asma Allah SWT. Jangan pernah berpaling kepada selain Nya.  Allah SWT sangat murka  jika hamba hamba Nya mudah sekali putus asa manakala suatu saat terjebak dalam perbuatan dosa dan kemaksiatan lainnya.

30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1168], (QS Ar Rum 30 ; ayat 30 )


5.     Tertib dalam urusan dunia maupun urusan akhirat.

208. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. ( Al Baqarah 2 ; 208 )
       Salah satu di antara keistimewaan islam ialah tidak mengenal adanya dikotomi antara materi dengan immateri (non materi) tidak pula ada pemisahan antara urusan dunia dan akherat. Tentang urusan dunia dan akherat, dua-duanya diutamakan tanpa dikesampingkan salah satunya. Islam menempatkan prinsip balance –keseimbangan- antara sukses materi dan immateri serta antara sukses dunia dan sukses akhirat.Ayat diatas mengandung perintah untuk menyeluruh didalam memasuki islam, tidak hanya masalah masalah akhirat saja yang berpedomankan agama , urusan urusan duniapun mengikuti tertib tertib agama sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullaah saw.
       Prinsip balance antara dunia dan akhirat tercermin dari lafadh doa yang senantiasa dipanjatkan seorang muslim, yakni doa "Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. al Baqarah [2]: 201)

6.     Berdoa kepada Allah SWT

Keilmuan dan kefahaman adalah dua hal yang berbeda. Bisa jadi seseorang mempunyai ilmu yang banyak tentang agama namun dalam pengamalannya menunjukkan bahwa dia belum betul betul memahami dengan benar akan apa maksud dan tujuan dari ilmu ilmu agama tersebut. Maka ilmu dan kefahaman harus diminta kedua duanya secara terus menerus berkesinambungan tanpa putus kepada Allah SWT.  Karena Ilmu dan Kefahaman adalah milik mutlaq Allah SWT maka untuk mendapatkannya pun mutlaq dengan memohon secara sungguh sungguh kontinyu dan tiada bosan bosannya.
Tercermin dalam do’a kita sehari hari bila hendak belajar yakni “ Robbi zidni ‘ilma warzuqni fahma” Ilmu yang tidak disertai kefahaman atau dengan kata lain pengamalannya tidak sesuai dengan pengamalan sehari hari yang telah dicontohkan Rasulullaah saw maka ilmu tersebut kata Nabi seperti pohon yang tanpa ada buahnya. Hanya sekedar ilmu yang kadang membuat seseorang bangga diri terhadap keilmuannya saja.

Dengan enam modal dasar ini mudah mudahan Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita untuk memahami kehidupan ini sehingga kebahagiaan dan kesuksesan haqiqi akan kita rasakan dan kita peroleh, aamiin.

Monday, 10 October 2011

Arti kebahagiaan

Semua ummat manusia menginginkan kehidupan bahagia. Kehidupan bahagia adalah hak semua ummat manusia tanpa ada yang dapat membatasinya. Kehidupan bahagia bukanlah monopoli para kaum bangsawan saja, kehidupan bahagia juga bukan monopoli kaum intelektual saja. Kebahagiaan ada pada siapa saja, kebahagiaan ada dimana saja , kebahagiaan hadir dalam kondisi apa saja dan kapan saja. Walau demikian kebahagiaan tidak dapat diperjual belikan. Kebahagiaan adalah suatu kondisi dimana hati seorang hamba tidak ada lagi perasaan khawatir dan tidak ada lagi perasaan sedih hati.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ( QS Al Baqarah ayat 277 )

Seorang hamba yang walau tiada memiliki harta namun didalam hatinya tidak ada kekhawatiran maupun perasaan sedih hati karena ketiadaan harta itu maka sesungguhnya dia dalam keadaan bahagia. Seorang kaya raya namun didalam hatinya senantiasa diliputi kekhawatiran akan berkurangnya harta dan kesedihan bilamana harta terlepas dari genggamannya maka sesungguhnya hidupnya tiadalah bahagia.
Kebahagiaan adalah buah ketaatan seorang hamba terhadap Allah SWT dan hadiah bagi siapa saja yang mampu amalkan kehidupan mengikut sunnah Rasul saw. Untuk merasakan kebahagiaan tidak perlu menunggu nanti ketika badan sudah sehat. Dalam keadaan sakitpun bilamana tidak menghalanginya untuk tetap taat terhadap segala perintah Allah SWT dan mengikut sunnah Rasul saw maka bahagiapun akan hadir saat itu juga. Bahagia tidak harus menunggu nanti kalau sudah jadi orang kaya. Saat inipun ketika berbagai macam permasalahan ekonomi datang mendera namun jika tidak menghalanginya untuk tetap taat kepada perintah Allah dan menjalani kehidupan sesuai sunnah Rasul saw maka hatinya akan selalu bahagia. Merekalah sesungguhnya wali wali Allah

Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ( QS Yunus ayat 62 )

Itulah arti kebahagiaan, kebahagiaan yang sejati .


Friday, 1 July 2011

Ujub, ....Bangga diri.....


Seorang hamba Allah SWT berniat memeluk agama Islam maka syaithon mencoba untuk mencegahnya. Namun karena tekadnya sudah bulat maka  syaithonpun gagal untuk menghalanginya memeluk agama Islam. Kemudian syaithon berusaha merayu hamba Allah itu untuk tidak beramal mengikut syariat Islam, namun hamba Allah tersebut tetap saja melaksanakan semua perintah perintah Allah SWT mengikut sunnah sunnah Rasul saw.  “Baiklah” bisik syaithon kedalam hatinya “Cukup engkau saja yang berbuat amalan, jangan pernah engkau mengajak kepada orang lain” karena sebaik apapun pengamalan agama seseorang tetapi jika tidak mau saling ajak mengajak kepada ummat manusia maka akan berakhir segalanya manakala ajalnya telah tiba. Pahala amalan terputus dan tidak ada lagi manusia yang mau taat kepada Allah SWT dan kehidupannya mengikut sunnah Rasul saw. Lagi lagi hamba Allah tersebut tidak menghiraukan bisikan syaithon itu, dia malah semakin giat saling ajak mengajak kepada ummat manusia untuk taat kepada Allah SWT. Rupa rupanya syaithonpun tidak putus asa mematahkan usaha hamba Allah tersebut. Bisiknya lagi “Kamu jangan istiqomah dalam mengajak ummat manusia, sudahlah cukup apa yang telah kamu buat , jangan dilanjutkan lagi. Nyatanya kamu banyak mengalami hambatan dan tantangan dalam mendakwahkan agama khan ?” Hamba Allah itu sedikitpun tidak menghiraukan bisikannya, dia terus saja berusaha saling ajak mengajak kepada kebenaran dan dengan penuh kesabaran.

3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. ( QS Al Ashr ayat 3 )

Syaithan tidak kurang akal maka dibisikkannya lagi kedalam hati hamba Allah itu agar dalam melaksanakan semuanya itu jangan ada niat ikhlas, karena syaithon sangat faham bahwa amalan yang tidak ikhlas walaupun nampaknya sebagai amal sholech tetapi akan tertolak karena Allah SWT hanya akan menerima amal yang semata mata mengharap ridlo Nya. Bisikan syaithan itu justru membuat hati hamba Allah tersebut semakin memurnikan niatnya. Tidak ada tujuan tujuan lain yang bersifat keduniaan dalam mendakwahkan agama Islam ini melainkan semata mata murni hanya mengharap Ridla Allah SWT. Sampai disini syaithon hampir putus asa menggoda dan menipu hamba Allah itu. Lama syaithon berfikir bagaimana menghancurkan dan membinasakan hamba Allah itu karena hanya orang orang yang muchlis saja yang dapat selamat dari godaan syaithon. Hamba Allah ini telah mencapai derajad Muchlisun yakni dalam setiap amalannya telah benar benar hanya mengharap Ridla Allah SWT semata mata.

Tiba tiba dengan mata yang bersinar sinar syaithon telah membuka lebar lebar mulutnya, “ Ya …ya…ya aku tahu” teriaknya. Masih ada satu jalan lagi yang akan aku coba. Kali ini pasti akan bisa membinasakannya. Banyak manusia yang hancur karena yang satu ini walau derajadnya telah sampai pada peringkat tertinggi. Maka dengan sangat hati hati sekali syaithon kembali mendatangi hamba Allah tersebut. Dengan sikapnya yang sangat meyakinkan sekali syaithon telah membisikkan RACUN UJUB ( Bangga atas diri sendiri ) kedalam hati hamba Allah tersebut.
Kata syaithon kedalam hati hamba Allah itu. “Kamu memang seorang hamba Allah yang sempurna, aku larang kamu masuk Islam tapi kamu tetap nekad masuk Islam, aku cegah kamu untuk beribadah namun kamu giat beribadah tanpa rasa malas. Aku tipu kamu untuk jangan mengajak orang lain malah kamu tiada henti hentinya berdakwah, aku paksa kamu untuk berhenti berdakwah kamu semakin istiqomah . Aku bilang jangan pernah ikhlas dalam berdakwah dan berjuang kamu justru semakin memurnikan niatmu berjuang dan berdakwah lillaahi ta’ala. Kamu memang seorang Mukmin sejati, kamu memang lain daripada yang lain kamulah orang yang paling baik , paling sempurna Iman dan amalnya” Mendengar bisikan syaithon ini hamba Allah yang selama ini selalu menolak ajakannya tanpa disadarinya hatinya telah mengiyakan kata kata syithon. Didalam hati hamba Allah tersebut terbersit ujub , rasa bangga atas diri sendiri, “Benar juga kata kata syaithon itu, nyatanya memang aku telah berhasil mencapai peringkat tertinggi ini” bibirnya tersenyum puas dan bangga mengira bahwa dia telah berhasil sukses menjadi seorang Mukmin Sejati. Syaithon pun segera berlari meninggalkan hamba Allah tersebut dan tertawa terbahak bahak karena telah berhasil memperdaya hamba Allah itu.
Racun Ujub yang sangat berbahaya telah berhasil disuntikkan kedalam hatinya. Maka sekarang didalam hati hamba Allah itu telah tertanam perasaan bangga diri, sombong dengan keberhasilannya. Merasa diri paling baik dengan amalannya, merasa paling baik dakwahnya, istiqomahnya, merasa diri paling baik keikhlasannya. Pendeknya merasa paling baik pemahaman dan pengamalan keIslamannya daripada semua ummat Islam lainnya. Inilah racun sangat berbahaya yang senantiasa disuntikkan syaithon kepada hamba hamba Allah yang berusaha menyempurnakan agamanya. Maka kehidupan para Shahabat ra ajmain telah mencontohkan bagaimana ketika mereka telah sampai pada derajad tertinggi dalam keImanan dan Amalan, mereka sangat takut sekali dan banyak yang berandai andai jika mereka hanyalah seekor burung yang tidak akan mengalami hisab, jika mereka hanyalah seikat rumput yang akan habis dimakan hewan atau sepotong kayu yang akan habis terbakar. Rasulullaah saw pun telah mencontohkan bagaimana dalam sehari tidak kurang 70 sampai 100 x beristighfar walau Beliau maksum.

Alim Ulama telah menasehatkan kepada kita bahwa hendaknya didalam hati kita senantiasa memelihara dua keadaan yaitu perasaan takut  dan penuh harap kepada Allah SWT. Takut akan siksa Nya dan penuh harap akan Ridla Nya. Jika dua keadaan ini senantiasa ada didalam hati seorang hamba maka niscaya Allah SWT akan melindunginya dari apa yang ditakutkannya dan akan memenuhi apa yang menjadi harapannya, aamiin.

23. keduanya berkata: "Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi. ( QS Al A’raaf ayat 37 )







Monday, 20 June 2011

C I N T A


Cinta adalah anugerah istimewa dari Dzat Yang Maha Mencintai
Tanpa adanya perasaan cinta kehidupan ini akan segera berakhir, bayangkan sudah tidak ada lagi saling mencintai antara makhluq laki laki dan makhluq perempuan. Sudah tidak ada lagi perasaan cinta seorang ibu kepada bayinya atau anak anaknya, sudah tidak ada lagi perasaan saling mencintai antara sesama makhluq hidup, bahkan sudah tidak ada lagi perasaan cinta kepada kehidupan. Manusia akan segera mengakhiri kehidupannya karena tidak ada lagi yang akan diperbuatnya sebab perasaan cinta ini sudah hilang lenyap dari bathinnya, hidup tidak ada lagi gunannya.

Kalau kita tanya seorang laki laki yang bekerja keras siang dan malam maka alasannya adalah demi cintanya kepada anak anak dan istrinya, seorang ibu yang rela bangun malam walau kantuk dan penat yang amat sangat hanya sekedar memberikan asi atau sekedar mengganti popok bayinya yang basah karena pipis si buah hatinya juga alasannya karena cinta. Semuanya mengatakan karena perasaan cinta yang mendalam yang ada didalam relung hatinyalah yang mampu menggerakkan jiwa dan raganya itu untuk kebahagiaan hidup. Dengan cinta hidup ini menjadi sangat indah dengan cinta kehidupan ini menjadi sangat membahagiakan, tanpa adanya rasa cinta maka penderitaan sajalah yang akan didapat. Suami istri yang hidup dalam rumah tangga tanpa adanya rasa cinta yang mendalam maka kehidupan rumah tangganya adalah sebuah penderitaan. Bekerja keras membanting tulang tanpa adanya kecintaan didalam hatinya terhadap pekerjaan itu maka hanya kelelahan dan capek yang menderanya seolah budak yang diperas keringatnya tanpa ada imbalan yang pantas. Maka demikian pula amal ibadah yang dikerjakan tanpa ada perasaan mencintai amalan tersebut akan menjadi bebanan saja dalam kehidupan ini. Padahal amal agama adalah buah Maha Cinta Nya Allah SWT kepada hamba hamba Nya. Kecintaan Allah SWT kepada hamba hamba Nya tiada ada yang mampu menandingi, maka pasti dan pasti amal amal agama akan membuat ummat manusia akan mendapatkan kebahagiaan yang sejati. Sedangkan kebendaaan kebendaan lainnya dalam dunia ini hanyalah menjanjikan kebahagiaan semu dan sementara. Kebahagiaan yang sejati dan kekal hanyalah perasaan yang ada didalam hati dan akan diperoleh manakala hamba Allah SWT mampu mencintai amal amal agama melebihi perasaan cintanya kepada semua kebendaan kebendaan yang ada dimuka bumi ini. Kalau kita mencintai kehidupan dunia ini saja sudah bisa membuat kita bahagia walau hanyalah sebuah kebahagiaan yang semu dan bersifat sementara, apalagi jika kita mampu memberikan cinta kita kepada amal amal agama yang jelas jelas akan membuat kita bahagia dunia dan akhirat. Tidak ada lagi kenikmatan , kebahagiaan dan kemuliaan hidup yang melebihi kenikmatan dan kebahagiaan yang diperoleh dengan mentaati Allah SWT dan mengikuti sunnah sunnah Rasulullaah saw karena semuanya adalah buah Kasih Sayang dari Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Marilah kembangkan dan tumbuh suburkan rasa cinta anugerah dari Dzat Yang Maha Mencintai ini untuk kehidupan. Pertanda bahwa amal amal agama yang kita kerjakan sudah baik dan sesuai dengan Kehendak Nya adalah salah satu diantaranya akan menumbuhkan perasaan cinta didalam dada kepada hamba hamba Allah SWT lainnya yang didasari keTaqwaan. Maka seorang suami yang mencintai istrinya atas dasar ketaqwaan adalah buah dari amal agama yang benar, seorang ibu yang kasih sayang kepada putra putrinya atas dasar ketaqwaan adalah buah dari amalan agama yang baik, seorang yang giat bekerja membanting tulang untuk memenuhi keperluan hidupnya atas dasar ketaqwaan adalah juga bukti bahwa dia memahami maksud dari semua perintah perintah dari Allah SWT yang muaranya adalah ridla Allah SWT. Bilamana didalam hati ini masih bersemayam perasaan dendam, iri dengki permusuhan kesombongan dan sifat sifat buruk lainnya maka cepat cepat beristighfarlah karena mungkin ini pertanda bahaya karena amal amal agama yang kita buat mungkin belum sesuai dengan Kehendak dari Allah SWT dan masih sangat jauh dari yang dicontohkan Rasulullaah saw. Agama Islam adalah Rachmatal lil ‘aalamiin dan Rasulullaah saw diutus pun juga untuk membawa rachmat bagi alam semesta ini

“Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” ( QS Al Anbiya ayat 107 )

Marilah kita bangkit dari keterpurukan selama ini, marilah kita bangun kehidupan baru yang penuh dengan perasaan cinta dengan didasari ketaqwaan. Cintailah kedua orang tua kita, cintailah istri kita cintailah anak anak kita, cintailah sesama ummat islam , cintailah sesama ummat manusia bahkan Rasul saw mencontohkan untuk mencintai sesama makhluq Allah SWT walau itu makhluq hewan ataupun tanaman sekalipun ( kecuali makhluq yang terang terangan dilaknat Allah SWT ) Jika cinta telah ada dan tumbuh didalam hati ini maka janji Allah SWT adalah akan mendapatkan Cinta Nya yang Haqiqi.

“Cintailah semua yang ada di bumi, niscaya semua yang ada di langit akan mencintaimu” (Hadist Riwayat Al Bukhari). ...

Marilah kita belajar untuk mencintai apa saja amalan agama yang kita kerjakan. Jika pengamalan kita baik dan benar sesuai Kehendak Allah SWT dan sesuai sunnah Rasul saw maka pasti buahnya adalah tumbuhnya kebaikan kebaikan dan rasa cinta pada makhluq makhluq Nya serta kebahagiaan, dan apabila sudah bersemi cinta yang ada didalam qolbu ini terhadap sesama makhluq Allah SWT maka Dzat Yang Maha Mencintai akan menghadiahkan Cinta Nya yang haqiqi dan inilah maksud dan tujuan hidup ummat manusia yakni keridlaan dari Nya.

Ya Allah Dzat Yang Maha Mencintai, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Anugerahkanlah kepada kami haqiqat cinta kepada Engkau , kepada Rasul Mu dan kepada Agama Islam ini.
Tumbuhkanlah dari dalam hati kami cinta dan kasih sayang terhadap sesama hamba Mu dalam ketaqwaan.
Kami mohon ampunan Mu Ya Allah
Kami mohon Ridla Mu , aamin Ya Rabbal ‘aalamiin

Saturday, 18 June 2011

KEYAKINAN

Seorang petani giat mengusahakan sawahnya, pagi pagi sekali dia telah berangkat dengan memanggul cangkulnya. Dengan riang hati petani tersebut pergi menuju sawahnya dan dengan semangatnya ia telah mencangkul sawahnya yang cukup luas itu. Kalau ditanya mengapa ia begitu semangat tiap hari pulang balik dari rumah ke sawahnya dan berpayah payah mencangkul sawah dan tidak jarang tubuhnya tersengat matahari ataupun basah kuyup ditimpa air hujan, maka jawabannya adalah “ Saya yaqin akan memperoleh keuntungan yang besar dari usaha saya ini. Ketika panen nanti semua jerih payah dan pengorbanan saya akan mendapatkan ganti berupa keuntungan yang besar berupa hasil panen yang melimpah.”
Ketika saat panen tiba ternyata atas Kehendak Allah SWT sawahnya diserang hama wereng, akibatnya sawahnya tidak menghasilkan keuntungan bahkan rugi besar. Namun keadaan yang seperti itu tidak membuatnya surut ataupun patah semangatnya. Maka diulanginya lagi dari awal usaha pertaniannya tersebut, bahkan kali ini dengan lebih baik lagi yakni memilih benih padi yang tahan wereng. Demikianlah petani itu dengan bermodalkan keyakinan yang kuat dan berusaha dengan sungguh sungguh maka pada akhirnya ia memperoleh apa yang diinginkannya itu.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah seorang petani tersebut diatas adalah bahwa kesuksesan itu butuh modal dan modal dasar yang harus dipunyai seseorang untuk meraih kesuksesan adalah Keyakinan yang sangat kuat dan Usaha yang sungguh sungguh. Demikian pula kesuksesan dalam beragama modalnya adalah keyakinan yang sangat kuat tanpa ada keraguan sedikitpun akan janji janji Allah SWT dan kebenaran sunnah sunnah Rasulullaah saw. Tidak hanya itu , usaha yang sungguh sungguh dalam mewujudkan keyakinan tersebut mutlaq dikerjakan. Keyakinan bukanlah sesuatu yang statis ataupun pasif melainkan sesuatu yang dinamis dan aktif. Bukti keyakinan justru dengan mengusahakannya berupa amal amal nyata.
Petani tersebut di atas telah berusaha dengan baik dengan memilih benih benih yang unggul tahan wereng, tanahpun diolah dengan sebaik baiknya pupuk juga diberikan sesuai dengan aturan pakai dan selanjutnya diairi dengan sempurna. Karena prosedur telah dijalankan dengan baik maka petani itu berkeyakinan kuat bahwa panen pasti akan berhasil dengan berlimpah, padahal belum pasti akan berhasil siapa tahu akan gagal lagi karena hama tikus. Mengapa kita kalah dengan petani tersebut dalam hal keyakinan .  Kalau amal amal agama sudah dibuat mengapa kita masih saja ragu terhadap janji janji Allah SWT. Disinilah penyakit ummat Islam yakni lemahnya keyakinan walaupun sudah melaksanakan amal amalan namun tidak yakin juga bahwa amalan tersebut akan menyelesaikan masalah. Sebagai contoh bahwa dengan menjalan kan sholat dan bersabar akan mendatangkan pertolongan dari Allah SWT.

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', ( QS Al Baqarah ayat 45 )

Sholat sudah dikerjakan maka bersabarlah, dalam arti bersabar yang dinamis dan aktif selalu berusaha mencari jalan keluar dengan sebaik baiknya . Bersabar tidak mencari jalan pintas yang justru akan merugikan dan menghancurkan aqidah.
Keyakinan kita kepada janji janji Allah SWT dan kepada sunnah sunnah Rasulullaah semestinya melebihi keyakinan kita pada usaha usaha duniawi. Kalau manusia pada umumnya sangat yaqin akan usaha usaha dunianya dan mereka sangat giat dan bersungguh sungguh mengupayakan akan apa yang diyaqininya tersebut mengapa kita lemah keyaqinannya terhadap Allah SWT dan Rasulullaah saw padahal janji Allah SWT mutlaq benar demikian pula dengan sunnah sunnah Rasul saw. Inilah sesungguhnya yang akan dinilai Allah SWT yaitu seberapa tinggi kwalitas keyakinan seseorang hamba kepada Allah SWT dan sunnah sunnah Rasul saw dan sejauh mana kesungguh sungguhannya didalam berusaha untuk membuktikan keyakinannya itu.

Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang Telah kamu kerjakan. ( QS At Taubah ayat 105 )

Wednesday, 30 March 2011

“Menyatu...”

Subhanallaah, Allah SWT Maha Suci, tidak beranak dan tidak diperanakkan. Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Seekor semut yang hitam berjalan diatas batu yang hitam di malam gelap gulita, maka Allah SWT Maha Mengetahui akan hamba Allah tersebut. Allah SWT Maha Agung tidak ada satu makhluqpun yang menyamai-Nya. Kasih Sayang-Nya mendahului Murka-Nya. Bila Allah SWT menolong seorang hamba-Nya walau masalah yang dihadapinya teramat rumit dan teramat pelik , maka masalah itu akan selesai dengan mudah dan dengan sebaik baiknya, tetapi jika Allah SWT tidak menolong seorang hamba-Nya walaupun memiliki suatu masalah sepele maka  tidak akan pernah terselesaikan justru semakin rumit dan semakin berat saja masalah tersebut. Allah SWT Maha Indah dan menyukai keindahan. Seindah indahnya perhiasan dunia adalah wanita sholechah dan sebaik baik laki laki  adalah yang paling baik akhlaqnya terhadap keluarganya.

Saat ini betapa jauh jarak antara kehidupan ummat Islam dengan kehidupan para Shahabat ra ajmain. Kehidupan ummat Islam saat ini “menyatu” dengan kehidupan duniawi sedangkan para Shahabat ra ajmain kehidupannya telah “menyatu” dengan kehidupan akhirat. Ummat Islam saat ini ketaatannya sangat tergantung dengan suasana dan keadaan duniawinya, bila duniawinya sedang berada diatas maka kehidupannya semakin jauh dengan agama sebaliknya ketika datang mushibah mushibah barulah ingat kepada Allah SWT atau bahkan banyak juga yang tetap tidak menyadari bahwa semua ini adalah peringatan dari-Nya. Kehidupan para Shahabat ra ajmain sama sekali tidak terpengaruh dengan suasana dan keadaan duniawinya. Dari hari ke hari mereka semakin taat saja walau berbagai macam ujian dan cobaan datang mendera bahkan sebagaimana pupuk yang menumbuh suburkan ketaqwaannya, semakin mantap keImanannya dan semakin kuat amalan agamanya.

Ummat Islam saat ini antara lisannya hatinya dan amal perbuatannya belum “menyatu” bahkan tidak jarang yang saling bertentangan. Lisannya mengucapkan A, hatinya meyakini B dan amal perbuatannya melaksanakan C. Para Shahabat ra ajmain telah betul betul “menyatu” antara lisannya hatinya dan amal perbuatannya. Shahabat Bilal bin Rabah ketika disiksa oleh majikannya maka lisannya tetap mengatakan “ Ahad,...Ahad,...Ahad” hatinyapun memurnikan tauhidnya hanya yakin kepada keAgungan Allah SWT semata mata dan amal perbuatannya tetap istiqomah dalam ketaatan kepada perintah Allah SWT.

Saat ini ummat Islam ciri ciri keIslamannya telah memudar dan banyak yang telah “menyatu” dengan ciri ciri yahudi dan nasrani jauh dari sunnah sunnah Rasulullaah saw. Budaya April Mop, Valentine day, Happy New Year, Happy Birthday dan lain lainnya telah “menyatu” dengan budaya umat Islam . Perbuatan, cara berfikir dan penampilan ummat Islam sudah “menyatu” tidak bisa dibedakan lagi dengan yahudi dan nasrani. Berpakaian tetapi hakikatnya “telanjang” karena sangat ketat sehingga bentuk tubuhnya nampak jelas kelihatan. Sedikitpun tidak merasa bersalah bahkan dengan bangganya mengikuti budaya budaya yahudi dan nasrani yang diyakini sebagai budaya modern.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.( QS Al Baqarah ayat 120 )

Para Shahabat ra ajmain amalannya, cara berfikirnya bahkan penampilannya   “menyatu” dengan sunnah sunnah Rasulullaah saw. Suatu saat bahkan seorang Shahabat saking cintanya kepada Rasulullaah saw ketika hendak membelah buah semangka maka beliau bertanya terlebih dahulu bagaimana cara Rasulullaah saw ketika membelah buah semangka. Mereka melaksanakan sholat fardlu persis sebagaimana mereka melihat sholatnya Rasulullaah saw yaitu diawal waktu, di masjid dan dengan cara berjamaah. Cara berfikir para Shahabatpun sebagaimana cara berfikirnya Rasulullaah saw yakni berfikir untuk kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat bagi seluruh ummat manusia hingga hari kiamat kelak bukan fikir sesaat ataupun hanya berfikir untuk golongannya saja.

Saat ini ummat Islam dalam melaksanakan amalan agama “menyatu” dengan nafsu syaithan dan budaya jahiliah. Dari hari kehari perintah perintah Allah SWT diabaikan dan semakin jauh saja dengan Kehendak Allah SWT dan sunnah sunnah Rasul saw. Mereka lebih suka menghidup hidupkan adat dan budaya jahiliah ketimbang menghidup hidupkan sunnah sunnah Rasul saw.

Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?" ( QS Al Baqarah ayat 170 )


Para Shahabat ra ajmain dalam mengamalkan agama Islam sesuai dengan Kehendak Kehendak Allah SWT dan sesuai dengan sunnah sunnah Rasul saw. Dari hari kehari mereka semakin dekat saja dengan apa yang di Kehendaki Allah SWT , dari hari kehari kehidupan mereka semakin dekat saja dengan sunnah sunnah Rasul saw. Tidak hanya itu bahkan para Shahabat ra ajmain telah betul betul “menyatu” dengan Kehendak Allah SWT, apa saja yang diKehendaki Allah SWT mereka segera memenuhinya dengan penuh ridha, rela berkorban apa saja demi memenuhi Kehendak Allah SWT.

Saat ini ummat Islam ketika telah mencapai suatu puncak kemuliaan maka timbulnya adalah kesombongan. Keakuannya telah betul betul “menyatu” dengan jiwanya sehingga sangat sulit sekali untuk mengakui bahwa dirinya hanyalah seorang hamba belaka yang sesungguhnya tidak punya apa, tidak tahu apa apa, tidak bisa apa apa, bukan siapa siapa. Kita ini TIDAK ADA APA APANYA  dihadapan Allah SWT hanyalah hamba Allah SWT biasa sebagaimana hamba hamba Allah SWT lainnya.
Para Shahabat ra ajmain justru ketika mereka telah mencapai kesempurnaan hidup kesempurnaan Iman dan amal agama sangat takut sekali dan hatinya penuh dengan kekhawatiran. Ada Shahabat yang berandai andai jika dirinya hanyalah seikat rumput yang dimakan domba habis perkara, andai saja ia seekor burung yang terbang kian kemari tak takut hisab nanti atau ada juga yang berandai andai jika dia hanyalah sebatang pohon yang akan ditebang dan dibakar. Walau beberapa diantara mereka telah nyata nyata dijamin kehidupan syurga oleh Rasulullaah saw tetapi mereka tetap senantiasa harap harap agar selamat masuk syurga dan cemas jangan jangan amalannya tidak diterima ALLAH swt. Jika dua keadaan ini ada pada setiap hati orang yang beriman paka Allah SWT akan memenuhi harapannya dan menghilangkan kekhawatirannya.

Tidak heran saat ini mushibah dimana mana, ummat Islam walau jumlahnya banyak tetapi jadi mangsa musuh musuh Islam. Karena sudah “menyatu” dengan yahudi dan nashrani tidak ada bedanya . Sedangkan para Shahabat ra ajmain pada saat itu dengan Pertolongan Allah SWT telah menguasai dua pertiga dunia dengan kemuliaan dan ditakuti oleh musuh musuh Islam.
Maka untuk dapat berjaya kembali dan meraih kemuliaan hidup didunia dan akhirat tidak ada lain kecuali dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menghidup hidupkan kembali sunnah sunnah Rasul saw. Tidak cukup hanya itu , dari hari ke hari kita senantiasa berusaha semakin dekat dengan Allah SWT hingga  “menyatu” dengan Kehendak Kehendak Allah SWT ( bukan menyatu dengan wujud Allah SWT !!!), dan kehidupan kita betul betul “menyatu” dengan kehidupan sunnah sunnah Rasul saw, barulah pertolongan sepenuhnya akan datang kepada ummat Islam ini.

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS Ali Imran ayat 31 )

Ya Allah mudahkan kami dalam menta’ati segala perintah perintah-Mu
Ya Allah mudahkan kami dalam menghidup hidupkan sunnah sunnah Rasul saw
Ya Allah beri kami kesempatan untuk mengajak kepada semua ummat manusia untuk mereka mau ta’at kepada-Mu dan hidup dengan cara sunnah Rasul saw
Ya Allah bimbinglah kami dan tolonglah kami dalam setiap urusan urusan kami
Aamiin ya Rabbal ‘alamiin



Kunjungi kami di http://drtamtomo.blogspot.com/
Mari amalkan apa yang sudah kita ketahui
Mari sampaikan pada semuanya saja apa yang sudah kita fahami

Sunday, 27 March 2011

Siapakah yang ada didalam hati ini

Allah SWT Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Maha Mengetahui segala galanya, apa yang ada didalam hati setiap insan, apa yang ada didalam rahim setiap wanita. Maha Mengetahui peristiwa peristiwa yang akan datang. Apabila Allah SWT Menghendaki sesuatu cukup dengan Mengatakan “ Kun ” maka wujudlah seketika apa yang di Kehendaki Nya itu. Kekuasaan Allah SWT meliputi segala sesuatu, seluruh makhluq bergantung kepada Nya sedangkan Dia Maha Berdiri Sendiri tidak membutuhkan kepada makhluq Nya. Bila Allah SWT berKehendak memuliakan seorang hamba Nya maka tak memerlukan apapun untuk memuliakan hamba tersebut sebaliknya bila Allah SWT berKehendak menghinakan seorang hamba Nya maka walau hamba tersebut memiliki segala galanya dalam dunia ini maka akan hinalah dia ditengah tengah kebesaran dunianya. Sebagaimana Bilal bin Rabah ra meski dia hanyalah seorang budak yang derajadnya disisi manusia layaknya hewan ternak saja , dipaksa bekerja tanpa upah dan disiksa tanpa mengenal perikemanusiaan sedikitpun, namun di sisi Allah SWT Bilal bin Rabah adalah seorang Shahabat yang dijamin syurga oleh Rasulullaah saw dan di akhir hayatnya menjadi seorang Gubernur di Damaskus. Sebaliknya Namrudz laknatullah alaih mati hina di atas singgasananya sendiri dengan kepala remuk dipukul beramai ramai oleh balatentaranya sendiri gara gara penyakit yang disebabkan hanya oleh seekor nyamuk betina yang pincang dan patah sebelah sayapnya.

Hati manusia , apa saja bisa masuk kedalam hati ini dan jika suatu perkara telah masuk kedalam hati ini maka akan mempengaruhi segala galanya. Cara berfikirnya, gaya hidupnya, keyakinannya, pembicaraannya, cara menyelesaikan semua masalah masalah hidupnya akan mengikuti apa yang ada didalam hati ini. Ketika akhir hayatnyapun maka ucapan yang terkeluar adalah apa saja yang ada didalam hati ini. Jika yang ada didalam hati adalah kebendaan kebendaan maka yang akan keluarpun kebendaan kebendaan juga sebagaimana kita memiliki satu botol susu, maka jika kita buka tutup botolnya dan ditumpahkan isinya akan keluar susu juga bukan yang lain.

Marilah kita tengok apa yang sebenarnya ada didalam hati ini. Ulama mengatakan untuk dapat mengetahui apa sebenarnya yang ada didalam hati ini adalah ketika datang suatu masalah apapun masalah itu maka siapa yang kita ingat pertama kali ? Makhluq kah atau Al Kholiq kah ? Ketika ada masalah yang datang kepada kita apakah kita yakin dengan amalan agama untuk menyelesaikannya ataukah kita yakin dengan cara cara yang selainnya. Apabila masalah datang menghadang diri kita apa yang ada dalam fikiran kita, adakah kita menyalahkan keadaan menyalahkan lingkungan dengan memaki makinya dan kecewa ataukah kita ikhlas serta beristighfar menyalahkan diri sendiri dan segera bertaubat kepada Allah SWT.

Hati ini hanyalah semata mata untuk “ Singgasana ” Nya Allah SWT , tak boleh ada satupun yang duduk di “Singgasana” Nya Allah SWT. Maka apapun atau siapapun yang kita dudukkan di dalam hati kita apalagi jika kita sangat mencintainya sebagaimana cintanya kepada Allah SWT meyakininya sebagai sesuatu yang memiliki kuasa dan kehendak pada diri kita, berarti kita telah menduakan tuhan.

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). 
( QS Al Baqarah ayat 165 )

Jika suatu saat kita mendapat ujian musibah semisal penyakit maka hendaknya yang kita ingat pertama kali adalah Allah SWT, lalu segera ucapkan Istighfar mohon ampun atas segala salah dan dosa dosa kita selama ini. Langkahkan kaki kita untuk menuju tempat berwudlu dan laksanakan sholat hajad mohon sungguh sungguh kesembuhan dari Allah SWT.

dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, 
( QS Asy Syu’araa’ ayat 80 )

Keluarkan shodaqoh kita dan berusaha mendapatkan pengobatan sesuai dengan sunnah Rasul , jika kita datang kepada seorang tenaga medis pastikan obat obatnya bukan dengan obat obatan yang haram ( mengandung alkohol/ethanol atau bahan dari babi )

Tidak heran saat ini banyak bermunculan rumah rumah sakit , ratusan ribuan tenaga medis maupun tenaga spesialis, obat obatan yang serba mutakhir dan peralatan yang serba canggih namun jumlah pasien semakin banyak saja dan macam macam penyakit semakin banyak bermunculan. Bagaimanapun pada saat itu pernah ada seorang thabib yang berpraktek di zaman Rasulullaah saw tetapi tidak mendapatkan pasien karena derajad kesehatan pada saat itu telah sempurna.
Tanpa sadar kita telah mempertuhankan makhluq yang sangat diyakini akan dapat menyembuhkan sakit jasmani kita, sementara kita punya ruhani yang sakit parah namun tetap saja tidak pernah dirasakan sama sekali. Padahal jasmani sehebat apapun dan sekuat apapun pada akhirnya akan menjadi tanah sedangkan ruhani akan kekal mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya dihadapan Mahkamah Maha Agung dengan Maha Hakim Allah SWT
Kalau sakit jasmani tempatnya adalah di Rumah Sakit Islam tetapi sakit ruhani tempatnya tidak ada lain adalah Rumah Sakit Iman yakni Masjid Masjid. Saat ini Rumah Sakit Islam pasien banyak berjejal jejal sebaliknya Rumah Sakit Iman yakni Masjid Masjid banyak yang kosong ditinggal pergi olah ummatnya. Tidak heran semakin banyak pasien pasien sakit jasmani terlebih lebih pasien sakit ruhani yang jauh lebih berbahaya.

Mari kita tengok hati kita masing masing, adakah didalam hati kita bersemayam keyakinan kepada makhluq ataukah hanya Keyakinan semata mata kepada Allah SWT. Adakah kita selama ini mempertuhankan makhluq ataukah memperTuhankan Allah SWT. Akan bisa dibuktikan dengan ujian dan cobaan yang datang dari Allah SWT baik berupa mushibah ataupun berupa kesenangan. Jika kita senantiasa ingat Allah SWT dengan ujian dan cobaan itu maka itulah yang dikehendaki namun jika semakin jauh dari Allah SWT maka kita perlu segera bertaubat dan segera memperbaiki diri dengan semakin mendekat kepada-Nya.

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".   
( QS Al Baqarah ayat 286 )