Minggu, 13 Januari 2013

Ahlussunnah wal Jamaah



(Rasulullah SAW) bersumpah: Demi zat yang menguasai jiwa Muhammad, sungguh umatku bakal terpecah, menjadi 73 golongan. Maka yang satu golongan masuk syurga, sedangkan yang 72 golongan masuk neraka. Sedang sahabat bertanya : Siapakah golongan yang masuk itu ya Rasulullah? Jawabnya Yaitu golongan Ahlussunnah Waljamaah” (HR. al-Tabrani)

Maka “Aku” langsung berfikir dan mengaku aku bahwa kelompok yang selamat itulah “Aku” yang lain tidak akan selamat karena yang lain itulah kelompok yang 72 , bakal masuk neraka semuanya.
Ketika kelompok lain mengaku aku Ahlussunnah wal Jamaah maka “Aku” mati matian membantahnya. Karena “Aku” mau masuk syurga walaupun yang lainnya harus masuk neraka Jahannam.

Demikianlah “Aku” memahami suatu hadist Rasulullaah saw di atas . Suatu pemahaman yang sangat egois dan sama sekali tidak sesuai dengan ruh dakwah yang menginginkan seluruh ummat manusia hingga hari kiamat kelak akan selamat dari adzab Allah SWT.
Menurut Ulama pengertian hadist diatas tersebut adalah yang pertama bahwa Ahlussunnah wal Jamaah bukanlah pengakuan tetapi lebih kepada pembuktian. Ratusan kali atau bahkan ribuan kali kita mengaku aku bahwa kitalah yang dimaksud sebagai kelompok Ahlussunnah wal Jamaah namun kalau pada kenyataannya kita tidak pernah mencintai dan berusaha memperjuangkan tegaknya sunnah sunnah Rasul saw bahkan allergi dan membenci kepada orang orang yang menghidup hidupkan sunnah seperti menebarkan salam , saling bersilaturrahmi, saling ajak mengajak kepada ketaqwaan dan lain sebagainya, maka tentu saja tidak tepat.

Demikian pula kalau kita anti sosial tidak mau berjamaah baik ibadahnya seperti sholat berjamaah atau sengaja atau tidak sengaja memecah belah ummat Islam dengan mencari cari perbedaan yang ada, mencari cari kekurangan kelemahan dan kesalahan kesalahan kelompok lainnya, maka hal itu juga bertentangan dengan ruh Ahlussunnah wal Jamaah.
Yang kedua, maksud hadist Rasul saw tersebut diatas adalah bukan untuk menjeblos jebloskan ummat manusia ke dalam neraka Jahannam melainkan untuk bagaimana ummat manusia semuanya bisa selamat. Sebagaimana ayat ayat Al Qur’an yang menerangkan tentang sifat sifat ahli neraka bukan berarti ALLAH SWT Menghendaki hamba hamba Nya masuk neraka tetapi bagaimana menghindari sifat sifat tersebut dan saling ingat mengingatkan saling ajak mengajak dan saling mendoakan agar kita semuanya bisa selamat dari neraka Jahannam.

Maka ringkasnya adalah Ahlussunnah wal Jamaah sebaiknya ditafsirkan sebagai suatu ummat yang asalnya dari kelompok ummat Islam manasaja, asalkan mencintai dan memperjuangkan hidupnya sunnah sunnah Rasul saw dan senantiasa menegakkan sholat berjamaah memakmurkan masjid masjid dimanapun berada serta berusaha memikirkan bagaimana 72 kelompok yang akan masuk neraka bisa diselamatkan masuk syurga.
Dan yang pasti kita semua ummat Islam tanpa kecuali seharusnya memiliki semangat dan ruh Ahlussunnah wal Jamaah .

Wallaahu a’lam.

Tidak ada komentar: