Senin, 10 Oktober 2011

Arti kebahagiaan

Semua ummat manusia menginginkan kehidupan bahagia. Kehidupan bahagia adalah hak semua ummat manusia tanpa ada yang dapat membatasinya. Kehidupan bahagia bukanlah monopoli para kaum bangsawan saja, kehidupan bahagia juga bukan monopoli kaum intelektual saja. Kebahagiaan ada pada siapa saja, kebahagiaan ada dimana saja , kebahagiaan hadir dalam kondisi apa saja dan kapan saja. Walau demikian kebahagiaan tidak dapat diperjual belikan. Kebahagiaan adalah suatu kondisi dimana hati seorang hamba tidak ada lagi perasaan khawatir dan tidak ada lagi perasaan sedih hati.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ( QS Al Baqarah ayat 277 )

Seorang hamba yang walau tiada memiliki harta namun didalam hatinya tidak ada kekhawatiran maupun perasaan sedih hati karena ketiadaan harta itu maka sesungguhnya dia dalam keadaan bahagia. Seorang kaya raya namun didalam hatinya senantiasa diliputi kekhawatiran akan berkurangnya harta dan kesedihan bilamana harta terlepas dari genggamannya maka sesungguhnya hidupnya tiadalah bahagia.
Kebahagiaan adalah buah ketaatan seorang hamba terhadap Allah SWT dan hadiah bagi siapa saja yang mampu amalkan kehidupan mengikut sunnah Rasul saw. Untuk merasakan kebahagiaan tidak perlu menunggu nanti ketika badan sudah sehat. Dalam keadaan sakitpun bilamana tidak menghalanginya untuk tetap taat terhadap segala perintah Allah SWT dan mengikut sunnah Rasul saw maka bahagiapun akan hadir saat itu juga. Bahagia tidak harus menunggu nanti kalau sudah jadi orang kaya. Saat inipun ketika berbagai macam permasalahan ekonomi datang mendera namun jika tidak menghalanginya untuk tetap taat kepada perintah Allah dan menjalani kehidupan sesuai sunnah Rasul saw maka hatinya akan selalu bahagia. Merekalah sesungguhnya wali wali Allah

Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ( QS Yunus ayat 62 )

Itulah arti kebahagiaan, kebahagiaan yang sejati .


Tidak ada komentar: